Monday, 29 October 2012

Curhat Kasar

*dibikin sedemikian rupa sehingga pantas untuk WWW.
**terserah mo dibaca sbg COMPLAIN atau SHARE. -sebel-

Gue mo tanya deh,
apa gue segitu nggak keliatannya sama orang yah?
apa gue bukan manusia?
apa gue gampang banget dilupain yah?

kalo gitu jangan sok sok nyariin gue kalo gue ngilang profile FBnya, atau mati HPnya, atau gak bales SMS lu2 pada.

apa orang taunya gue bakal meng-cancel semua jadwal gue kalo ada satu kerjaan yang gue suka dan gue incer yah?
eh lu salah!
saat ini napsu gue untuk hal2 kek gitu udah nyaris ga ada lagi. Kalo duitnya jelas sih, ayo aja. Nah, ini... dari puluhan tahun yang lalu duitnya NGGAK pernah jelas. Sekarang otak gue muternya udah beda. DUIT. gue cari DUIT. lah, lu bisa provide itu gak?

Sisa-sisa moral yang ada aja nih yang bikin gue stay. Sebenernya posisi gue aman banget. Ga ada utang ILMU, dan ga ada utang DUIT sama lu. Jadi, mo kapan aja gue cabut, terserah gue. dan gue yakin banget lu2 juga ga ada yang PEDULI kalo gue cabut. Makin jadi ilusi aja kalo gue menempatkan diri gue sbg 'yang punya utang ilmu' dan 'yang berhutang sparuh hidup gue' ke elu.

Pada nyatanya NGGAK kok. lu gak pernah MINJEMIN gue duit yang musti gue balikin nominalnya. Cuma karena mulut LU yang ngomong, dan gue merasa masi bisa ngarep dan pengen ngehormatin lu dengan sisa-sisa kehormatan yang ada.

Teamwork?
Ngaco lu.
Ngaca lu!
Kalo ga ada gue, emangnya tim lu gak jalan?
Gue bukan satu2nya orang loh dengan skill yang ada.
Kan..... gue bukan orang DARATAN. Pisah selat kan, kita? Gak sama kan?
Sayangnya gue masi merasa punya hubungan moral sama lu sejak dulu, cuma berhubung lu lebih suka sengak, ya udah. Silakan sengak aja. Gak gue ladenin.

Sekian banyak harapan yang dioper ke gue, semua berakhir tanpa kepastian dan kenyataan. Omong kosong belaka. Sip. Ini kenapa gue lebih suka stop berharap atau mendengarkan aspirasi penuh harap dari mulut kotor lu.

Saat ini gue pengen fokus ke satu hal, dan TETEP aja aspirasi itu mengganggu gue. GANGGU, tauk!

What if I say no? Would you cry? Would you BEG?
Nope. Karena harga diri lu LEBIH tinggi dari gue. Ya kan?
Gue cuma perempuan dari sebrang selat yang intelektualitasnya bisa dipertanyakan.
Gue cuma perempuan dari sebrang selat yang nggak ngerti apa-apa yang terjadi di daratan.
Gue cuma perempuan.
Gue cuma dari seberang selat.
Gue tergantikan.

The reasons to get out of archaeology is piling up:
1. there is absolutely NO MONEY here
2. there is absolutely NO APPRECIATION here
3. there is absolutely NO ADVANTAGES here
4. i repeat: there is absolutely NO MONEY here
5. there is NO ONE who actually sincerely remembers me and what I can do; and I hate to brag about what I can do. Unlike some people who actually BRAGS about what they [think] can do.
6. i repeat: there is absolutely NO MONEY here
7. I hate to always be the party that WAITS for confirmation that is never given. 
8. Some people RUBS it in MY FACE that I did not graduate from THAT SCHOOL or THIS SCHOOL so that I have NO KNOWLEDGE about what they know and learn from THAT SCHOOL or THIS SCHOOL -- while I know  that they only BRAG.
9. When I open my mouth to speak my mind about things that are contextually relevant, I am suddenly NOT CLEVER enough, or CANNOT be trusted because my education institution offered DIFFERENT views than YOURS. 

I know this shouldn't bother me at all, because, morally this should strengthen me and my views in life. That I do not have to brag about what I can do or able to finish. It is so annoying that I have spanned my limit of tolerance a bit far too wide to accommodate your EGO. I was hoping you'd be at least THANKFUL for that.

Now I want to be selfish. I want YOU to expand that limit of tolerance for MY EGO. Can you DO that? Well, I guess not, because you are the ALMIGHTY - ALL KNOWING - like 'God'. Eat Shit, Bitch.